Thursday, September 01, 2016

Cagar Budaya Candi Ngawen Yang Berada Di Muntilan [ Magelang, Jawa Tengah ] Sepi Pengunjung Asing Maupun Lokal

Cagar Budaya Candi Ngawen Yang Berada Di Muntilan Magelang Jawa Tengah

Penulis sendiri pun juga bingung, kenapa ini bisa terjadi..? Sebagai bangsa yang besar, seharusnya bisa menghargai nilai - nilai peninggalan sejarah. Jangan di karenakan candi ini tidak begitu besar dan sebagian bangunannya sudah hancur sehingga tidak bisa di promosikan. Itu salah besar..!

Aset yang bernilai tinggi ini, tidak pernah di ketahui keberadaannya oleh sebagian besar turis ( pengunjung ) mancanegara ( asing ) atau pun lokal. Tragis sekali nasib bangunan candi ini, di biarkan begitu saja tanpa adanya perawatan yang layak.

Kalau kita melihat kembali sejarahnya, Candi Ngawen ini berlatar belakang agama Budha. Hal ini dibuktikan dengan temuan arca Dhyani budda Ratnasambhawa di candi II dan arca Dhyani Buddha amithaba di Candi IV. Berdasarkan gaya arsitektur bangunannya Candi Ngawen dibangun sekitar abad IX - X Masehi. 

Candi Ngawen terletak di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dari arah Yogyakarta berada kira-kira 5 Km ke arah (sebelum) Candi Mendut.

Candi ini mempunyai bentuk yang berbeda dengan dihiasi oleh patung singa pada keempat sudutnya. Bentuk bangunannya nyaris mirip dengan bangunan candi Hindu. Hal ini disebabkan bangunan candi yang meruncing. Tetapi apabila diamati dengan seksama, candi ini memiliki stupa dan teras (undak-undak) yang menjadi simbol dalam candi-candi Budha.

Baca Juga : Situs Warungboto Yogyakarta Pesanggrahan Rejawinangun

Salah satu peneliti asal Belanda, Van Erp yang memulai penelitian Candi Ngawen tahun 1920, ia memulai ekskavasi candi dengan mengeringkan lahan sawah tempat Ngawen ditemukan. Kini, candi ini tetap dikelilingi hamparan sawah yang menawarkan keindahan tersendiri.

Salah satu keunikan Candi Ngawen adalah keberadaan 4 buah arca singa di setiap sudut candi II dan Candi IV. Kompleks candi Ngawen terdiri dari 5 (lima) buah candi yang berderet sejajar dari utara ke selatan. Bangunan candi menghadap Timur. Berturut dari arah selatan Candi Ngawen I, II, III, IV dan V dengan masing-masing candi berdenah bujur sangkar. Candi II dan IV memiliki Ukuran dan bentuk konstruksi yang sama.

Keunikan lainnya yaitu pada seni arsitektur candi ini, ditemukan pada arca singa yang menopang empat sisi bangunan candi yang berhasil direkonstruksi dari lima bangunan yang ada. Gaya ukiran arca singa ini menyerupai lambang singa pada negara Singapura, dan berfungsi mengaliri air hujan yang keluar lewat mulut arca.

Dari kelima candi yang terdapat di kompleks Candi Ngawen tersebut hanya candi II yang telah dipugar pada tahun 1927 sehingga candi ini mempunyai komponen yang paling lengkap. Empat candi yang lain hanya tinggal Khaki. Dari kelima candi tersebut yang terparah adalah candi I yang hanya tinggal pondasi.

Negara Indonesia yang terkenal dengan banyaknya candi - candi peninggalan kerajaan zaman dahulu, lebih peduli dengan keberadaan bangunan candi - candi yang besar seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai sejarah.

Sehingga nantinya, anak cucu kita sebagai generasi - generasi penerus bangsa ini, sangat bangga akan nilai - nilai kekayaan budaya Indonesia.

Tidak malu di mata dunia..!

Sumber : Perpustakaan Nasional

Artikel Terkait