Monday, November 21, 2016

Awal Cerita Punthuk Sukmojoyo Sebelum Terkenal

Awal Cerita Punthuk Sukmojoyo Hill Sebelum Terkenal

Menurut narasumber, bapak Nasrodin, sebelum menjadi tempat wisata, Punthuk [ puncak ] Sukmojoyo Hill [ bukit ] ini sebenarnya tempat ziarah makam seorang penderek [ pengikut ] dan sekaligus penasehat perang Pangeran Diponegoro yang bernama Kyai Muhammad Soleh.

Dan sekedar informasi tambahan, tanah yang di jadikan akses jalur pejalan kaki menuju puncak bukit [ pintu kotak dana seikhlasnya ] adalah milik orang tua Nasrodin, yaitu bapak Mono.

Lima tahun yang lalu, makam kyai Muhammad Soleh ini berpindah dengan sendirinya dari tempat pemakaman umum di Majasingi, yang masih wilayah Magelang.

Keberadaan makam ini sebenarnya tidak di ketahui oleh masyarakat setempat. Karena tempatnya yang berada di puncak bukit.

 Baca Juga : Goa Macan Gunung Pengger Sendangsari

Karena kedatangan seorang Gus Galeh, akhirnya warga di sekitarnya jadi tahu ada makam seorang kyai.

Gus Galeh adalah seorang kyai dari Salaman Kembaran, kabupaten Magelang, yang juga masih ada garis keturunan dengan Prabu Brawijaya dan kyai Muhammad Soleh.

Beliau bercerita kepada masyarakat dusun Krinjingan desa Giri Tengah, kalau beliau mendapat petunjuk dari mimpinya, bahwa makam kakek buyutnya telah berpindah secara ghoib dengan izin Allah SWT.

Gus Galeh dan warga menuju puncak bukit. Dan ternyata benar, makamnya berada di bawah batu besar.

Lalu beliau meminta izin kepada bapak Muslih sebagai pemilik tanah puncak bukit ini untuk merapihkan makam kakek buyutnya.

Dari mulut ke mulut, akhirnya banyak penziarah dari luar daerah ini yang berziarah ke tempat ini.

Dan secara swadaya, warga setempat membangun rumah - rumah pohon di atas puncak bukit untuk tempat istirahat para pengunjung makam ini setelah berziarah.

Karena tempatnya yang menakjubkan, para penziarah berphoto - photo dan mempostingnya ke berbagai media sosial hingga berkembang menjadi bahan pembicaraan sampai saat ini.

Atas dasar ini, masyarakat setempat mempunyai inisiatif untuk menjadikan objek wisata.

Area pemakaman di batasi dengan pagar kayu dan di beri pengumuman untuk antisipasi dari orang - yang tidak bertanggung jawab.

Dan wargapun tidak lupa untuk meminta izin kepada Gus Galeh untuk memakai nama belakangnya " SUKMOJOYO ", yang akhirnya menjadi icon objek wisata Punthuk Sukmojoyo.


Tips
-------
Yang ingin mengunjungi Punthuk Sukmojoyo, penulis sarankan lewat jalur Punthuk Mongkrong atau Desa Giripurno kecamatan Borobudur.

Artikel Terkait