Saturday, November 26, 2016

Hutan Pinus Kragilan Lereng Gunung Merbabu

Hutan Pinus Kragilan Lereng Gunung Merbabu

Hutan Pinus Kragilan ini berada di bawah lereng Gunung Merbabu. Masih menjadi hangat pembicaraan di media sosial sampai saat ini.

Karena masih banyaknya pengunjung yang memposting photo - photonya di saat mengunjungi tempat ini.

Masyarakat Dusun Kragilan yang masih di bawah wilayah Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini sangat bangga, karena perkampungannya bisa menjadi terkenal.

Padahal, kata Bapak Musafat seorang warga asli dusun Kragilan menceritakan, dulunya sekitar dua tahun yang lalu tempat ini belum terkenal

Walaupun sudah ada pendatang dari luar desa Pogalan yang mengunjungi tempat ini hanya sekedar berolahraga, atau sekedar jalan - jalan sambil menghirup udara segar hutan pinus ini di hari - hari libur, baik di waktu pagi maupun menjelang petang, masyarakat desa Pogalan khususnya warga dusun Kragilan, tidak begitu memperhatikan.

Baca Juga : Hutan Bambu Sekar Langit Magelang

Karena semakin hari semakin ramai pengunjungnya, akhirnya warga setempat menyampaikan aspirasinya kepada pihak - pihak terkait, terutama kepada Kepala Desa setempat agar segera merapihkan atau memperbaiki jalan - jalan yang masih bertanah di cor

Dan waktupun terus berjalan. Setelah akses jalan sekitar hutan pinus di cor, warga asli setempat segera berbenah diri.

Mereka bergotong royong untuk mempercantik hutan pinus ini demi kenyaman dan keamanan para pendatang luar.

Mendirikan tempat - tempat istirahat, mendirikan panggung - panggung untuk photo - photo, menata area perpakiran dan kebersihan dengan lebih baik lagi, membangun kamar kecil [ toilet ], dan tak lupa menambahkan tulisan " Welcome To Selfi " di pintu masuk [ gapura ] depan.

Kalau dulu sebelum terkenal masuknya gratis, tapi sekarang harus membayar tiket masuk seharga tiga ribu rupiah per kendaraan motor dan lima ribu rupiah per mobil

Tujuannya adalah agar bisa di kelola lebih baik lagi. Karena isi yang ada di sekitar hutan pinus ini butuh perawatan.

Warga tidak mau main - main mengelola tempat ini untuk di jadikan objek wisata yang lebih baik lagi [ professional ].

Untuk menambah pemasukan kas [ dana ] selain tiket masuk, pihak pengelola [ warga asli ] juga menawarkan sewa tenda seharga dua puluh ribu rupiah per tenda, bermalam empat puluh ribu, dan juga prewedding lima puluh ribu rupiah saja.

Oh iya, tambah pak Musafat, pengunjungnya bisa mencapai lebih kurang empat ratus sampai dengan lima ratus per harinya di hari - hari biasa.

Dan lebih hebatnya lagi, pengunjungnya bukan hanya dari pulau Jawa saja. Tetapi juga ada yang dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Bagi yang belum pernah datang ke tempat ini, datanglah. Jangan hanya mendengar dari cerita - cerita mulut saja.

Buktikanlah, kalau hutan pinus Kragilan ini memang layak atau pantas anda kunjungi.

Artikel Terkait