Thursday, November 10, 2016

Jembatan Api Api Objek Wisata Hutan Mangrove Kulon Progo

Jembatan Api Api Objek Wisata Hutan Mangrove Kulon Progo

Semangat mencari informasi tentang wisata hutan mangrove untuk pengunjung blog JOGMAG semakin membara di dada.

Cuaca yang sangat panas, tidak menyurutkan hati penulis untuk terus melajukan kendaraan motornya menuju Pantai Glagah.

"Ah....akhirnya sampai juga deh..."

Dan ternyata, perjalanan dari Muntilan menuju Hutan Mangrove yang berada di Dusun Pasir Mendit, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Yogyakarta cukup memakan waktu lebih kurang dua jam.

Sebenarnya, di kawasan hutan mangrove ini ada empat area wisata yang di kelola secara swadaya oleh beberapa kelompok wisata setempat.

Yaitu Wanatirta Pasir Mendit, Jembatan Api Api, Maju Lestari, dan Pantai Pasir Kadilangu

Dari informasi yang di dapatkan penulis, katanya hanya jembatan api api yang terbaik konten [ isi ] nya. Ternyata benar..., di dalam area jembatan api api banyak sekali spot wisata yang bisa di jadikan moment moment pribadi atau yang lebih kerennya photo selfi.

Kalau di lihat dari segi edukasi, sebenarnya objek wisata ini memang cocok sekali. Pengunjung jadi bisa tahu akan manfaatnya Hutan Mangrove yaitu untuk mencegah abrasi

Cuma sangat di sayangkan, tidak ada pemandu [ guide ] yang memberi penjelasan tentang manfaat hutan mangrove ini di sekitar lokasi wisata.

Mudah mudahan, pihak pengelola juga mau memperhatikan dari kaca mata edukasi [ pendidikan ].

Oh iya, bagi yang belum pernah berkunjung, mudah sekali kok untuk mencapai lokasinya. Kalau penulis, patokannya pantai glagah.

Tetapi jangan lupa untuk selalu bertanya kepada masyarakat setempat. Karena, sepanjang jalan belum ada petunjuk arah [ rambu ] menuju lokasi.

Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya lima ribu rupiah saja per orang. Kalau untuk parkir kendaraan motor di kenakan dua ribu, dan kalau mobil cuma lima ribu rupiah.

Objek Wisata yang baru berjalan lebih kurang tujuh bulan ini, bisa mencapai tiga ribu pengunjung di hari sabtu, minggu ataupun di hari libur besar.

Tetapi kalau hari hari biasa, bisa mencapai dua ratus sampai dengan tiga ratus pengunjung.

Beruntung, penulis datang pada hari hari biasa. Jadi benar benar bisa menikmati suasana jembatan api api hutan mangrove dengan santai, dan leluasa jeprat jepret area spot wisata ini.

Artikel Terkait