Tuesday, December 27, 2016

Malioboro Yogyakarta Selamat Pagi

Kawasan Wisata Malioboro Daerah Istimewa Yogyakarta

Jalan Malioboro yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tak akan pernah di lekang oleh waktu. Rasanya hati ini tak pernah bosan untuk mampir lagi dan mampir lagi.

Suasananya yang merindukan, membuat tak bisa pindah ke lain hati.

Lesehan - lesehannya, para pengamennya, becak - becaknya, kusir delmannya, makanan - makanan khasnya, oleh - olehnya, serta lain sebagainya pasti sulit di lupakan.

Dan selalu menjadi kenangan sepanjang masa para pelancong dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Apalagi setelah pemerintah daerah [ PemDa ] setempat memindahkan perpakiran kendaraan roda dua [ motor ] dari jalan Malioboro ke jalan Abu Bakar Ali, serta penataan pedestarian [ tempat pejalan kaki ] yang di percantik di tambah penempatan kursi - kursi, semakin nyaman dan leluasa berjalan untuk para pengunjung di kawasan yang selalu ramai ini, baik dari pagi maupun sampai malam.

Di sepanjang jalan ini, kita juga bisa jumpai gapura - gapura yang bertuliskan kawasan wisata Sosrowijayan, Dagen dan juga Pajeksan.

Dan perlu di ketahui juga, bahwa jalan malioboro hanya sampai jalan pajeksan. Selanjutnya ke selatan sudah masuk jalan Margo Mulyo atau jalan Achmad Yani sampai benteng Vredeburg.

Tetapi ada yang mengganjal di hati penulis.

Apakah Yogyakarta sudah tidak lagi menjadi kota Gudeg..?

Apakah masih bisa menyandang sebagai kota pelajar seperti yang tertulis di buku - buku pelajaran sekolah...?

Semakin berkembangnya penginapan - penginapan kecil dan besar malah bisa menjadi julukan kota 1001 hotel. Hanya pemimpin dan masyarakat asli kota ini yang bisa menjawabnya.

Tidak lebih dan juga tidak kurang, seorang sahabat penulis mengakhiri dengan perkataan, " Kapan Kembali Ke Jogja...? ".

Artikel Terkait