Sunday, September 17, 2017

Wisata Alami Grojogan Lepo Bantul Yogyakarta

wisata grojogan lepo yang alami bantul yogyakarta

Grojogan Lepo. Sebelum di jadikan obyek wisata, orang orang terdahulu menamakannya Kali Ledo. Sejak dahulu sudah ada dan terbentuk secara alami. 

Tetapi sejak tahun 2011, pak Bahrun Wartoyo sebagai kepala Desa Dlingo yang terpilih, mengganti namanya menjadi Ledo Poko, di singkat menjadi LePo. Ledo artinya tempat yang paling bawah. Dan Poko adalah nama sebuah kampung atau dusun setempat.

Baca Juga : Air Terjun Ngesong Seloprojo Belum Mendapat Perhatian

Perlahan lahan sedikit sedikit mulai di perbaiki, tetapi tetap tidak menghilangkan suasana yang natural nan asri ini.

Ada empat spot yang bisa di nikmati dalam satu area ini. Kedung Awar awar, Kedung Malang, Kedung Sasatan, dan terakhir Grojogan Lepo. 

Sedikit cerita menarik dari pak Suro, seorang penjaga sekaligus ikut mengelola tempat ini. Seperti nama kedung awar awar, karena dulu ada pohon besar bernama awar awar dan sudah tumbang. Lalu kedung malang, posisi tempatnya yang sangat malang berada di tengah kali. 

Lain lagi dengan kedung sasatan, sejarahnya kalau musim kemarau menjadi sat atau kering airnya, padahal airnya masih ada dan tetap mengalir walaupun hanya sedikit.

Setiap harinya banyak pengunjung yang mendatangi tempat ini. Tetapi, sejak musim kemarau pengunjung memang menurun. Karena faktor airnya yang mulai surut. 

Tapi kalau di katakan kering, memang tidak pernah kering selama ini, tambah pak Suro.

Kalau kering, kampung di sini juga akan kelabakan. Karena sebagian airnya di konsumsi warga, apalagi airnya ini asli berasal dari sumber mata air. 

Dan pusat mata airnya berjarak lima ratus meter dari tempat ini, lanjut lelaki yang berusia lima puluhan ini penuh semangat.

Beda lagi kalau musim penghujan, suasananya menjadi hebat lumayan sangat bagus. Batu batunya tertutup air semua. Dan masih banyak yang mengunjungi obyek wisata Grojogan Lepo ini. 

Baik pelancong lokal maupun dari .luar negeri. Seperti contoh di saat liburan sekolah atau lebaran kemarin, selama dua minggu berturut turut tidak bisa menampung karena padatnya.

Nah.., kalau untuk fasilitas kalian tidak usah takut. Sudah ada tempat untuk ibadah, kamar mandi, dan juga kantin. Di tambah lagi ada aula panggung yang bisa di sewa untuk keperluan pertemuan organisasi atau rapat perusahaan.

Kalau kalian bertanya berapa karcis masuknya, terus terang saja tidak ada. Hanya ada sebuah kotak ( box ) kayu yang telah di sediakan untuk memasukkan uang anda dengan ikhlas. 

Jadi jangan ragu ragu untuk memasukkan uang dengan jumlah yang besar. Karena nantinya untuk perbaikan sekaligus perawatan kelestarian wisata alam Lepo. 

Lain halnya untuk perpakiran. Untuk sementara pihak pengelola belum punya atau belum bisa menyediakan sarana ini. Jadi hanya menumpang di halaman rumah warga. 

Walaupun menumpang, tetap di kenakan tarif sebesar 3 ribu per kendaraan roda dua. Dan 7 ribu bagi yang mempunyai atau memiliki kendaraan roda empat.

Oh iya, JOGMAG hampir lupa nih memberitahukan alamatnya. Grojogan Lepo berada di Dusun Lepo, Desa Dlingo Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akhir kata, tetap semangat buat kalian dan tetap cinta indonesia ibu pertiwi kita.

Artikel Terkait