Saturday, January 27, 2018

Wisata Kuliner Kopi Klotok Kaliurang Yogyakarta

Wisata kuliner Warung Kopi Klotok yang berada di jalan Kaliurang km.16 Pakembinangun, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini memang lagi digandrungi. Banyaknya pengunjung yang datang dari luar Yogyakarta yang datang ketempat ini, dari hari ke hari semakin trendlah namanya.

Memang benar, lidah itu lebih panjang daripada tali. Namanya sudah terdengar sampai ke telinga pelancong luar Indonesia alias turis mancanegara. Selain dapat informasi dari media kaca atau televisi, wisatawan asing ini juga mendapat informasi dari internet.

kuliner warung kopi klotok kaliurang yogyakarta

Padahal, penyajian kopinya sangatlah sederhana. Bubuk kopi dimasak tanpa air didalam panci yang sudah panas. Setelah mengeluarkan sedikit aroma gosong, barulah disiram dengan air sampai mendidih. Sehingga mengeluarkan suara “klotok klotok klotok” pada saat proses pengelupasan bubuk kopi yang lengket menempel di kulit panci.

Klotok yang dalam bahasa Jawa nya adalah “nglotok”, yang berarti mengelupas dalam bahasa Indonesia nya. Jadi, karena suara suara klotok dari dalam panci itulah dinamakan Kopi Klotok. Kalau untuk rasanya jangan ditanya lagi, maknyus…

Tetapi ada juga loh minuman yang tidak kalah enaknya sama kopi klotok. Yaitu Wedang Jage Gepruk dan juga Teh Tubruk Gulo Batu.

Seorang turis dari Belanda bercerita kepada penulis. Rasa kopinya sangat mantap sambil mengangkat dua jempolnya. Dan katanya lagi, suasana tempat ini memang benar-benar ngangenin. Betapa tidak..? Karena kalau makan dan minumnya dihalaman luar, suasana pedesaannya sangat terasa. Dan bisa merasakan sejuknya udara lereng gunung Merapi. Hanya dengan beralaskan tikar atau biasa disebut lesehan, pemandangan padi disawah dan suara-suara kicauan burung telah membuat kedamaian dihati kami.

Baca Juga : Rahasia Resep Bakpia Pathok Bisa Anda Dapatkan Di Sentra Industri Makanan Pathuk Jogjakarta

Beda lagi kalau kita minum atau makan didalam, warung yang berbentuk joglo limasan ini memang sengaja ditata seperti jaman dahulu. Interior kayu meja dan kursinya membuat kesan jadul alias lawas. Ruangannya sangat luas. Uniknya, kita masih bisa menjumpai beberapa ornamen klasik seperti setrika, toples, dan juga ada radio kuno. Membuat suasana makan seperti terasa dirumah.

Sebenarnya konsep dari warung ini dalam menyajikannya adalah pengunjung harus mengantri mengambil piring sendiri dan memilih langsung menu apa yang di inginkan, istilahnya prasmanan.

Kalau bicara masalah mengantri, disinilah kesabaran kita diuji. Panjangnya antrian dimulai dari kasir, bahkan bisa dari pintu masuk utara joglo sampai dapur. Sambil berdiri memanjang antri, penulis melihat meja sudah dipenuhi para pengunjung. Mereka sangat menikmati santapannya. Jadi ngiler tambah lapar..lapar..lapar..

Apalagi setelah melihat sebagian tamu lainnya makan didapur, uenak tenan je…Ada yang berebutan sambal dadakan, krupuk, bahkan hiruk pikuk bolak balik ada yang memesan camilan pisang goreng berdasarkan nomor meja.

Tidak ketinggalan sayur lodeh terong, sayur asem, lodeh tempe, lombok ijo, lodeh kluwih dan sayur sop ala wong deso. Pokoknya semua sayur-sayurannya berkuah. Selain itu, yang tidak kalah menariknya adalah lauknya orang desa seperti telur dadar, tempe garit dan juga pindang goreng. Dan perlu dicatat, semua makanan yang ada ditempat ini dimasak dengan menggunakan kayu bakar. Inilah citra rasa masakan tempo doeloe, hidangan masa lalu yang top markotop.

Kalau untuk harga makan diwarung ini sangat terjangkau. Seperti menu nasi dengan sayur apapun yang bisa ditambah berkali-kali alias sepuasnya hanya dibanderol Rp 11.500,- Dan untuk lauk pauknya seperti telur dadar ataupun ayam goreng dihitung satuan. Begitu juga dengan camilan pisang gorengnya dihargai Rp 6.500,- per porsinya.

Yang lebih hebatnya lagi, pemilik warung ini membebaskan biaya minum dan makan sepuasnya bagi wanita yang sedang hamil, free….! Plus diberikan kenang-kenangan berbentuk bingkisan atau souvenir secara cuma-Cuma.

Bagi yang penasaran dan ingin segera mengunjungi tempat ini, jangan lupa dicatat alamatnya seperti yang tertera diatas. Oh iya, warung kopi klotok dibuka pada jam 7 pagi sampai dengan jam 10 malam. Dan kalau bisa, datangnya jangan sampai jam istirahat siang. Karena kalian akan mengalami antrian panjang dan kehabisan lauk pauknya..

Salam Kuliner Indonesia.

Artikel Terkait