Thursday, January 31, 2019

Persawahan Sukorame Bantul

Persawahan Sukorame Bantul masih banyak dikunjungi sampai hari ini. Destinasi wisata Jelajah Sawah Pertanian Bowongan “JSPB” Songgo Langit ini mengusung pemandangan hamparan padi disawah yang hijau. Para wisatawan bisa mengelilingi kawasan sawah melalui tempat pejalan kaki yang terbuat dari rangkaian bambu sebagai pedestriannya dengan panjang 375 meter dan memiliki lebar 1,5 meter.


Di JSPB Songgo Langit ini, juga disediakan penyewaan payung atau caping seharga Rp 2000 per buah untuk menyusuri jembatan bambu yang membentang diatas area lahan pertanian Dusun Sukorame, dan pengunjung pun bisa menikmati obyek pesona alam Dlingo dengan nilai edukasi sector pertanian Desa Mangunan. 

Jembatan bamboo yang dibangun di atas lahan pertanian kas desa ini memang lagi Hits di Jogja. Tetapi  walaupun begitu tetap tidak mengganggu produktivitas tanaman padi. Karena ciri khas objek wisata ini adalah pertanian, tidak menutup kemungkinan kedepannya nanti akan menjadi sebuah tempat wisata yang beragam. Visitor akan diajak langsung bagaimana membajak sawah secara tradisional dengan menggunakan sapi atau kerbau, dan juga bagaimana cara memanen padi.

Selain membuat spot photo selfie yang di bangun melingkar ditengah 5 hektar sawah, warga setempat juga punya rencana akan membangun sebuah museum tani yang sangat sederhana sekali dilokasi tersebut. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk destinasi pariwisata di pedukuhan Sukorame. 

Walaupun sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata dengan berbasis budaya dan kerajinan, warga Dusun Suko Rame masih tetap berupaya membangun sejumlah infrastruktur pendukung. Seperti akses jalan masuk, lokasi parkir, maupun toilet dan sebagainya dengan menggunakan dana swadaya masyarakat. 

Seperti yang sudah di jelaskan oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata ( PokDarWis ) Desa Mangunan, Widodo. Dengan kondisi sekarang ini, sebenarnya JSPB masih membutuhkan kelengkapan prasarana. Oleh karena itu, pihaknya masih membutuhkan dukungan dari semua pihak supaya obyek wisata alam ini cepat berkembang. 

Dan Pak Widodo pun berharap agar Wisata JSPB ini menjadi pembeda dari wisata lainnya yang ada di wilayah Mangunan, sehingga mampu meningkatkan wisatawan yang ingin berkunjung ke Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Lain halnya cerita pengurus Desa Wisata Sukorame, bapak Suyatno kepada Jogmag. Katanya, dulu Sukorame belum mempunyai destinasi wisata penarik wisatawan. Sekarang kami sangat bangga karena sudah memiliki ditepi jalan raya Dlingo yang selalu berkabut di setiap paginya. Walaupun Suko Rame ada di sisi paling timur kawasan wisata Mangunan Bantul, ternyata pengunjungnya juga ada turis dari mancanegara. 

Jika berkunjung ke Jogja, wisata Anda akan semakin lengkap jika berkunjung ke sini. Lokasinya pun instagramable. Layak foto saat berkunjung ke Persawahan Sukorame dan narsiskan ke media sosial, salah satunya Instagram. 

Anda bisa disebut generasi zaman old, jika tidak datang ke JSPB. Jadikanlah spot wisata kekinian, yang semakin hari banyak digemari para remaja Millenial. Segeralah ke Songgo Langit, rekam keindahan alam dan upload ke medsos Anda. 

Oh iya, sebentar lagi ada acara tahunan Wiwitan dipersawahan sini. Wiwitan adalah ritual persembahan tradisi masyarakat Jawa sebelum panen padi dilakukan. Ritual itu dilakukan sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada bumi sebagai sedulur sikep, dan Dewi Sri ( Dewi Padi ) yang mereka percaya menumbuhkan padi sebelum panen. Itulah cara tradisional masyarakat Jawa bersyukur atas hasil panen. 

Untuk menyemarakan tradisi Wiwitan ini, pihak pengelola telah menambah spot baru, yaitu Pesona Bowongan Watu Pipisan yang berada di area istirahat atau melewati undakan menuju keatas dari pintu masuk sebelah timur. Watu Pipisan adalah batu untuk membuat jamu tempo dulu. Kalau tidak salah informasi, watu pipisan ini akan diboyong dari Kraton Pleret pada tanggal 19 Februari 2019. 


Salam Wisata Indonesia

Artikel Terkait