Tuesday, January 22, 2019

Gua Surocolo: Sejarah Desa Pundong Bantul

Cerita "Gua Surocolo", adalah sebuah sejarah desa pundong Bantul yang masih penuh misteri. Gua Surocolo sering juga disebut sebagai Gua Sunan Mas. Hal ini disebakan oleh karena gua ini pernah digunakan sebagai tempat persembunyian Sunan Amangkurat Mas atau Sunan Amangkurat III. Menurut sumber setempat, Sunan Mas bersembunyi di gua ini karena terlibat konfrontasi dengan Belanda. Namun ada pendapat lain bahwa ia sampai di Gua Surocolo karena memang berniat untuk bertapa. Ada juga yang menyatakan bahwa gua ini memang sengaja dibuat oleh Sunan Amangkurat Mas.


Ketika proses pembuatan itu terjadi, tiba - tiba datanglah seorang wanita bernama Dewi Nawangsasi yang menurut cerita tutur setempat berasal dari Majapahit. Kedatangannya ini disertai oleh seorang putranya yang bernama Kyai Semar. 

Kyai Semar ini disebut-sebut membantu pembuatan gua, sehingga gua dapat terbangun dengan sangat cepat. Kecepatan pembangunan tersebut tidak lepas dari peran kesaktian Kyai Semar. Setelah itu Dewi Nawangsasi dan putranya tinggal bersama di Gua Surocolo.

Baca juga : Gua Braholo di Gunung Sewu

Suatu hari, Dewi Nawangsasi dicari oleh Jagabiro, seorang utusan dari Majapahit. Jagabiro meminta agar Dewi Nawangsasi bersedia pulang ke Majapahit. Dewi Nawangsasi tidak bersedia. Sunan Amangkurat Mas pun juga tidak memperkenankannya pula. 

Akhirnya terjadi perang antara Sunan Amangkurat Mas dengan Jagabiro. Perang berlanjut dengan lomba menyelam di Sungai Opak, karena masing - masing sama saktinya. Dalam adu menyelam ini, Jagabiro kalah.  Di ceritakan Jagabiro kemudian lari dan tinggal di Candi Gembirowati. Panggang, Girijati, Gunung Kidul yang keletakannya sangat berdekatan dengan pantai Parangtritis. 

Kemenangan Sunan Amangkurat Mas ini menurut cerita setempat disebabkan oleh peran Kyai Semar yang membantunya. Setelah Sunan Amangkurat II mangkat ( wafat ), Sunan Amangkurat Mas pun kembali ke Kartasura dan menggantikan ayahandanya. 

Secara administratif Gua Surocolo terletak di Dusun Poyahan, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara astronomis, Gua Surocolo terletak pada Zona 49 M, koordinat Utm x : 0425612 dan y : 9116685. 

Situs ini berupa gua alam dari batu putih. Mulut gua memiliki ukuran sekitar 1,5 m x 1 m. Kedalaman gua sekitar 6 – 7 meter. Ketinggian langit – langit gua pada bagian tengah sekitar 7 meter. Disamping gua – gua itu, pada bagian bawah gua juga di temukan sumber mata air yang disebut sebagai Sendang Surocolo. Mata air dari Sendang Surocolo ini telah dikelola dengan baik untuk keperluan penduduk setempat. 

Pada kompleks Gua Surocolo juga ditemukan batuan candi ( andesit ) berbentuk persegi dengan ukuran rata – rata : panjang 90 Cm, lebar 53 Cm, dan 22 Cm. Jumlah batuan tersebut 20-an buah. Pada kompleks sendang ditemukan Jaladwara sebanyak 2 buah dan batu candi satu buah. Salah satu jaladwara ini dulunya menjadi jalan air ( semacam talang ) dari sumber air masuk ke dalam bak penampungan di bawahnya. 

Jaladwara ini mempunyai ukuran panjang 150 Cm, tebal 15 Cm, dan lebar 50 Cm. Lubang di ujung jaladwara memiliki diameter 10 Cm. Kedalaman ceruk jaladwara adalah 10 Cm. Lebar ceruk 8 Cm. Satu jaladwara lainnya sekarang tampak terbenam dalam tanah di bawah naungan pohon besar. Hanya kepala jaladwaranya saja yang tampak di permukaan tanah. Di dalam gua terdapat monogram berbentuk wayang Betara Gono. Betara Gono sedang mengangkat kedua tangannya menopang wadah berisi air. 


Note :
* Jaladwara adalah arca di ujung saluran pembuangan air yang banyak ditemukan di pemandian atau petirtaan zaman dulu.
* Petirtaan atau tempat pemandian suci di masanya yang telah berusia ratusan hingga ribuan tahun.



Sumber :
Jogja Budaya
Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta


Salam Wisata Indonesia
( Kunjungi, Lindungi, Lestarikan Cagar Budaya )

Artikel Terkait