Saturday, February 09, 2019

Pasar Kebon Empring Jogja

Pasar Kebon Empring Jogja berawal dari robohnya jembatan besar penghubung antara Dusun Bintara Wetan dengan salah satu dusun diseberang sungai, sehingga warga yang berada didusun seberang menjadi terisolasi. Para orang tua dan pemuda membangun kembali jembatan yang telah hancur lebur itu secara bergotong royong dengan sumber dana dari swadaya masyarakat dan uluran tangan dari donatur lainnya tanpa campur tangan pemerintah daerah setempat. 


Disaat jembatan mendekati proses penyelesaian akhir atau finishing, ada sebagian warga yang mengambil kesempatan mengabadikan diri photo selfie dan membagikan ke teman - temannya. Sehingga banyak pengunjung dari luar dusun maupun dari luar desa yang berdatangan ketempat ini hanya untuk berfoto ria lalu di share ke media - media sosial lainnya. 

Karena banyaknya yang berkunjung dari hari kehari ingin melihat jembatan gantung yang sudah diberi warna - warni cat, timbullah inisiatif dari pemikiran warga khususnya pemudanya untuk membersihkan kebon-kebon yang berada disekitar samping rumah - rumah warga. Hanya sebagai arsitek berjalan melakukan bersih-bersih. Jadi belum ada ide sama sekali untuk dijadikan sebagai tempat destinasi wisata.

Seiring berjalannya waktu, tepat diawal bulan Ramadhan 2018, barulah pemuda-pemudanya memberanikan diri mulai mencoba membuka pasar rakyat disamping kanan bantaran sungai gawe dengan nuansa rimbunnya dedaunan pohon bambu yang tumbuh disebagian halaman warga sekitarnya, tapi belum ada gazebo atau spot - spot untuk foto. Saat itu yang dijual hanya sebatas makanan pembuka puasa saja termasuk camilan - camilan kecil. Hingga pada akhirnya diberi nama Pasar Kebon Empring.

Walaupun hanya dikelola 18 orang pemuda dan sudah berjalan lebih kurang tujuh bulan, pasar kebon empring tetap ramai dikunjungi setiap harinya. Fasilitas atau sarana umum sudah ada, seperti musholla, kamar kecil, perpakiran dan juga tempat istirahat atau rest area. Tak lupa pihak pengelola juga menyediakan tempat bermain untuk anak - anak berikut alat permainannya. Ada engrang, jungkat - jungkit, ayunan, gobak sodor, dakon, dan lain sebagainya. Malah ada mainan tradisional yang juga bisa dibeli disini.

Gazebo-gazebo unik dan spot-spot cantik yang bisa dijadikan untuk dokumentasi pribadi atau keluarga juga sudah tersedia. Lapak - lapak untuk meyediakan kuliner sajian khas Jogja juga sudah ditambah karena semakin banyaknya visitor baik dari dalam maupun dari luar Jogjakarta menyambangi Pasar Kebon Empring yang berada di Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini. 

Dibuka setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore menjelang maghrib. Dihari sabtu atau weekend, pengunjung membludak bisa mencapai lebih kurang 5000 orang jika kondisi tidak turun hujan. Menariknya, ada beberapa komunitas sepeda yang selalu berduyun - duyun pagi mendatangi pasar yang berdiri diatas area tanah seluas 1 hektar ini sebelum lapak-lapak kuliner dibuka. 

Tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. Tanpa tiket masuk, dan seiklasnya untuk bayar parkir kendaraan roda dua atau roda empat. Bagi yang ingin berenang di sungai, pihak pengelola juga menyewakan ban dengan harga sewa yang sangat terjangkau, hanya Rp 3000 tanpa batas waktu alias sepuasnya. Harga makanan dan minumannya pun tidak menguras habis isi dompet anda. Boleh dikatakan, inilah tempat rekreasi murah meriah yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat dari kalangan bawah, menengah maupun kalangan atas dengan suasana kehangatan keluarga. 

Dan hebatnya lagi, sebagian Kepala Dinas instansi terkait juga telah mampir ketempat wisata tradisional ini. Setelah melihat secara langsung, para pejabat berdecak kagum dan salut atas hasil kinerja pemuda Dusun Bintara Wetan yang telah membuahkan hasil. Dari jeri payah yang tidak sia-sia, Ketua Kelompok Sadar Wisata sering diundang oleh pemerintah daerah terutama dari Dinas Pariwisata Bantul, bahwa pasar kebon empring  bisa dijadikan rujukan atau contoh wisata sederhana kepada desa-desa yang ingin mengembangkan potensi desanya masing - masing. 

Oh iya, diakhir wawancara Jogmag dengan Bapak Slamet Riyadi yaitu salah satu pengelola, katanya bahwa Pasar Kebon Empring bisa di sewa oleh komunitas-komunitas atau perusahaan-perusahaan yang mau berlibur. Dengan syarat, 7 hari ( seminggu ) sebelumnya sudah memesan atau booking tempat. Dan yang sudah pasti dijamin aman dan nyaman. 



Salam Wisata Indonesia

Artikel Terkait

Newest Post